All posts by PGRI Cibaribis

Peran Sekolah Dalam Sosialisasi

12

Sekolah merupakan media sosialisasi yang lebih luas dari keluarga. Sekolah mempunyai potensi yang pengaruhnya cukup besar dalam pembentukan sikap dan perilaku seorang anak, serta mempersiapkannya untuk penguasaan peranan-peranan baru di kemudian hari di kala anak atau orang tidak lagi menggantungkan hidupnya pada orang tua atau keluarganya. Sekolah adalah tempat persinggahan antara keluarga dengan masyarakat. Dalam sekolah diajarkan lebih luas tentang baik buruk, tentang nilai-nilai dan norma-norma yang ada di masyarakat yang sebelumnya telah dikenalkan dalam pendidikan informal di dalam keluarga. Dalam sekolah individu dilatih untuk mempraktekan hal-hal yang telah siswa/i pelajari dalam keluarga dan sekolah itu sendiri. Dengan kata lain nilai-nilai dan norma social yang berlaku di masyarakat dan telah dipelajari dikeluarga dan sekolah telah diterapkan sebagai latihan sebelum secara penuh terjun dan berperan dalam masyarakat.

Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS)

12

43

Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa atau LDKS adalah Sebuah bentuk kegiatan yang bertolak ukur kepada peningkatan sumber daya siswa/siswi peserta untuk mendalami dan memahami tentang konsep-konsep atau dasar – dasar sebuah organisasi. Tujuan melalui LDKS para siswa/I peserta kegiatan ini diharapkan :

  1. Memiliki keterampilan dan pemahaman tentang organisasi yang lebih baik dibandingkan dengan siswa-siswi yang tidak mengikuti (LDKS ), para siswa/siswi peserta mendapatkan sebuah pengalaman baik secara intelektual maupun pengalaman tentang cara bagaimana memimpin memanjemen sebuah organisai.
  2. Melalui LDKS para siswa/siswi diharapkan dapat lebih berani dan bermain peran aktif dengan tampil dalam menyuarakan aspirasi para siswa/I kepada pihak sekolah sehingga dalam proses pembangunan kearah kemajuan sekolah dapat terealisasi secara bersama-sama.
  3. Melalui LDKS para siswa/I diharapkan dapat memiliki karakteristik seorang pemimpin yang memiliki intelektual, kreatifititas serta nalar berfikir yang berguna bagi agama dan tanah air bangsa Indonesia yang dijiwai oleh semangat pancasila dan undang-undang dasar 1945 dan berkeyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa
  4. Memiliki keterampilan dan pemahaman tentang organisasi yang lebih baik dibandingkan dengan siswa-siswi yang tidak mengikuti LDKS. Hal ini dikarenakan dalam kegiatan LDKS para siswa/I peserta mendapatkan sebuah pengalaman baik secara intelektual maupun pengalaman tentang cara atau bagaimana memimpin, memanajemen sebuah organisasi. Yang jelas bahwa mereka mendapatkan sesuatu pengetahuan di luar dari apa yang diberikan di dalam kegiatan proses belajar dan mengajar.

Study Tours

Study Tours merupakan kegiatan diluar kelas yang bertujuan untuk mempelajari proses yang sebenarnya langsung dari lapangan. Tours diadakan karena kebutuhan siswa untuk mendapat pengalaman secara langsung. Hal tersebut diadakan karena tidak mungkin menghadirkan setiap peristiwa kedalam kelas untuk mempelajari dan diamati.

Beberapa manfaat Study Tours antara lain :

  1. Menyediakan sumber yang dapat memperkaya informasi factual yang tercantum dalam buku, dan membuat teks dalam buku menjadi berarti. Terkadang hanya dengan membaca buku saja siswa akan merasa jenuh dan tidak dapat meresapi secara utuh penjelasan dalam buku. Study Tours memberikan solusi masalah ini, karena siswa dapat secara langsung terjun ke lapangan melihat atau mengamati obyek pembelajaran. Hal itu menjadikan isi dalam buku menjadi lebih menarik untuk dipelajari.
  2. Mengembangkan sikap ingin tahu peserta, dan memperluas pengertian Study Tours adalah Program pembelajaran siswa langsung ke lapangan, dengan melihat dan mengamati secara otomatis akan timbul perasaan ingin tahu siswa dan keinginan siswa untuk lebih banyak bertanya karena tidak mampu menjelaskan fenomena yang ia amati secara langsung di lapangan. Dengan mendapatkan penjelasan secara langsung dari pakar, siswa akan lebih banyak tahu tentang objek pembelajaran dibandingkan hanya sekedar membaca buku.
  3. Menyediakan pengalaman melalui objek, tempat, situasi, dan hubungan antar manusia yang tidak dapat disediakan di kelas. Tidak semua peristiwa dan objek pembelajaran dapat dihadirkan dalam kelas, oleh karena iyu Study Tours dapat memecahkan masalah ini melalui penelitian langsung kelapangan.
  4. Mempertajam kesadaran siswa terhadap lingkungan. Dengan melakukan pengamatan langsung ke lingkungan objek pembelajaran siswa akan lebih mengenal ciri- ciri dan karakteristik lingkungan yang khas sesuai dengan objek yang diteliti.
  5. Mengenalkan siswa tentang kemungkinan bidang kerja atau karir yang bisa mereka masuki sesuai dengan cita-cita mereka. Study Tours dapat menumbuhkan rasa tertarik siswa terhadap objek yang diamati, mungkin saja setelah kegiatan selesai siswa akan lebih banyak mencari tahu untuk memuaskan rasa ketertarikannya terhadap objek yang diamati. Hal itu menyebabkan siswa ingin bekerja sesuai dengan bidang yang siswa minati ketika mengamati objek.
  6. Memadukan kelas dengan komunitas terbaru dan lingkungan yang lebih besar dan lebih berarti. Dengan terjun langsung ke lapangan siswa akan menyatu dengan komunitas baru di luar kelas sehingga akan ada hal-hal baru yang menarik dan unik.
  7. Mempererat keakraban dengan teman satu kelas dan melatih kerja sama antar siswa dalam suatu kelompok. Ketika Study tours berlangsung siswa akan menemui hal-hal baru yang baginya menarik, hal-hal baru ini akan ia share dengan teman-teman sehingga akan menambah keakraban. Melalui kegiatan Study Tours siswa dituntut untuk dapat membuat laporan yang baik dengan cara berkelompok, laporan yang baik tidak mungkin terwujud apabila tidak ada kerjasama yang baik antar siswa dalam suatu kelompok.
  8. Memberikan suasana relaksasi di tengah rutinitas yang terkadang menjemukan. Kepadatan situasi pembelajaran dalam kelas dan mungkin juga rasa bosan terhadap lingkungan yang dari hari kehari hanya itu-itu saja membuat siswa menjadi jenuh. Dengan diadakannya Study Tours akan memberikan relaksasi dan penyegaran di tengah kepadatan pembelajaran dalam kelas yang monoton.